Selasa, 07 Oktober 2014

4 Kelompok Umur Anak dalam Kaitannya Dengan Belajar

4 Kelompok Umur Anak dalam Kaitannya Dengan Belajar
Sesuaikan kemampuan mengingat anak dengan tugas yang diberikan

4 Kelompok Umur Anak dalam Kaitannya Dengan Belajar

Menurut Martha Kaufeldt dalam bukunya Teachers, change Your Bait! Brain – Compatible Differentiated Instruction yang diterbitkan oleh Crown House Publishing Co pada tahun 2005 di Norwalk, USA, ada 4 kelompok umur anak (siswa) jika dikaitkan dengan proses belajarnya, yaitu:
  1. Siswa Pra sekolah (umur 3 – 5 tahun)
  2. Siswa Sekolah Dasar (umur 5 – 9 tahun)
  3. Siswa Sekolah Menengah (umur 9 – 12 tahun)
  4. Siswa Tingkat Kedua (umur 13 – 15 tahun)

Ke-4 kelompok umur ini memiliki karakteristik tersendiri dalam kaitannya dengan bagaimana mereka belajar sesuatu. Mari kita uraikan satu per satu.
Teruskan Membaca »

Tips Memberikan Kesempatan Siswa Berpikir Secara Mendalam

variasi pembelajaran membantu anak mengembangkan pemahaman
variasi pembelajaran membantu anak mengembangkan pemahaman

Tips Memberikan Kesempatan Siswa Berpikir Secara Mendalam


Terdapat 3 cara utama yang dapat guru lakukan untuk memberikan kesempatan-kesempatan kepada siswa agar mereka dapat berpikir secara mendalam (higher order thinking) dan memperoleh pengalaman-pengalaman bermakna, yaitu:
  1. Berpikir reflektif
  2. Bekerja sama
  3. Variasi pembelajaran
Berikut ini akan diulas satu per satu.

Teruskan Membaca »

Minggu, 05 Oktober 2014

Tips Mengajar Anak Membaca

tips mengajar anak membaca
tips mengajar anak membaca

Tips Mengajar Anak Membaca

Apakah anda orang tua yang sedang mencoba mengajari anak anda membaca? Atau, anda adalah guru sekolah dasar di kelas awal (1 dan 2, atau 3), yang sedang berusaha membuat siswa anda pandai membaca? Beberapa tips berikut ini mungkin bermanfaat untuk dicoba membantu anak agar dapat lebih cepat menguasai keterampilan membaca. Mari kita lihat satu per satu.

Bacakan buku untuk anak

Jika anak anda masih kecil, 5 sampai 6 tahun, jangan terlalu memaksakan mereka untuk belajar membaca jika mereka belum memiliki ketertarikan sama sekali. Anda boleh mengajari mereka secara perlahan, tetapi tanpa pemaksaan. Pemaksaan hanya akan berakibat jelek, di mana anak pada akhirnya justru akan membenci kegiatan membaca. Karena itu, tunjukkan pada mereka bahwa membaca itu asyik. Anda dapat membacakan buku untuk mereka. Bacalah sebuah buku cerita bergambar keras-keras kepada anak. Buat mereka mengikuti jalan cerita dalam buku tersebut, mengenali tokoh-tokoh atau karakter-karakter yang ada di dalamnya.

Teruskan Membaca »

Pengetahuan Pedadogis Materi Ajar

guru hebat luar biasa dan mampu menginspirasi
apakah anda guru yang mampu menginspirasi siswa?

Pengetahuan Pedadogis Materi Ajar


Kali ini, saya ingin menulis sebuah tulisan yang sedikit teoritik. Semoga tidak bosan membacanya ya.. he..he.. Kita akan membahas tentang pentingnya seorang guru menguasai konten (materi ajar) sekaligus menguasai pedogogis (cara mengajar yang baik-dalam kaitan dengan ilmu psikologi pendidikan untuk anak). Jika bapak dan ibu guru ingin menjadi guru yang hebat, luar biasa, dan mampu menginspirasi, maka inilah rumus yang harus diterapkan: guru hebat = penguasaan konten + penguasaan pedagogi

Cara Mengajar Versus Pengetahuan

Beberapa dari kita mungkin pernah bertemu dengan guru hebat, luar biasa, dan mampu menginspirasi. Guru tersebut begitu memahami materi yang sedang diajarkan, sehingga sebagian dari kita mungkin akan berasumsi bahwa pengetahuan dan pemahaman beliau yang luar biasa tentang materi ajar itulah yang membuat beliau istimewa. Sebenarnya, ini bisa benar tetapi bisa juga salah. Karena sesungguhnya guru yang hebat, luar biasa, dan mampu menginspirasi itu adalah guru yang selain menguasai materi ajar dengan sangat baik, ia juga tahu dan mampu bagaimana mengajarkan materi ajar itu dengan baik. Ya, guru hebat, luar biasa, dan mampu menginspirasi punya kedua-duanya. Oleh karena itu, sebagian dari kita mungkin pernah pula berjumpa dengan seorang guru yang mempunyai pengetahuan yang luar biasa tentang suatu materi ajar, tetapi gagal membuat siswanya memahami materi ajar tersebut.

Teruskan Membaca »

Jumat, 03 Oktober 2014

Tips Agar Materi Pembelajaran Menarik Bagi Siswa

tips menyusun materi ajar menjadi menarik bagi siswa
apakah materi pembelajaran anda menarik?

Tips Agar Materi Pembelajaran Menarik Bagi Siswa

Bagaimana caranya agar menjadi guru yang selalu dinantikan siswa? Jika siswa bapak/ibu merasa kehilangan karena bapak/ibu tidak dapat masuk kelas karena suatu aral, itu adalah pertanda bapak dan ibu guru selalu dinantikan oleh mereka. Bisa jadi anda adalah guru idola mereka. Ingin jadi guru yang seperti ini? Salah satu cara untuk menjadi guru yang selalu dinantikan siswa kehadirannya di kelas adalah dengan mengemas materi pembelajaran (materi ajar) atau konten pelajaran menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka. Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin dapat ibu gunakan untuk mengemas materi pembelajaran agar menarik bagi siswa-siswa anda, dan dijamin, siswa tidak akan bosan dengan pelajaran anda.

Teruskan Membaca »

Tips Menciptakan Lingkungan Sosial dalam Pembelajaran

tips menciptakan lingkungan sosial dalam pembelajaran yang baik
seberapa mendukung lingkungan sosial di kelas anda untuk pembelajaran?

Tips Menciptakan Lingkungan Sosial yang Berkualitas untuk Pembelajaran


Apakah lingkungan sosial itu? Lingkungan sosial dalam pembelajaran adalah keadaan fisik dan sosial di mana seseorang tumbuh dan belajar. Lingkungan sosial juga mencakup budaya di kelas, di mana siswa berinteraksi dengan orang lain, dalam hal ini teman-teman, guru, dan orang-orang lainnya di dalam sekolah. Lingkungan sosial tercipta karena adanya interaksi antara individu-individu di dalam kelas atau lingkungan sekolah. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa lingkungan sosial ini sangat penting untuk keberhasilan pembelajaran siswa. Karena itu diperlukan upaya-upaya untuk mendorong terbentuknya lingkungan sosial yang mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.

Teruskan Membaca »

Kamis, 02 Oktober 2014

Prakarya Membuat Boneka Dari Kertas Bekas

prakarya membuat boneka dari kertas bekas
Boneka Lucu dari Kertas Bekas

Prakarya Membuat Boneka Dari Kertas Bekas


Masih punya stok kertas bekas? Pastinya kan? Nah kali ini kita akan mencoba membuat prakarya boneka lucu dan imut yang sangat sederhana dari kertas bekas. Papercraft alias prakraya dari kertas ini cocok untuk anak yang duduk di kelas rendah, karena sangat sederhana dan mudah sekali membuatnya. Kita tahu, anak-anak di usia mereka sering kali berbicara sendiri dan bermain peran. Mereka biasanya menggunakan boneka untuk permainan ini. Dengan mengajari mereka membuat boneka sederhana dari kertas bekas ini akan membantu mereka menyiapkan bahan untuk perkembangan psikologis mereka. Anak-anak usia TK sampai SD kelas rendah sering bermain pura-pura. Mereka bisa melakukannya sendiri atau bersama teman sebayanya. Dengan adanya boneka kertas sederhana nan imut ini mereka bisa memainkan sandiwara, baik sebagai ayah, ibu, kakak, adik, atau diri mereka sendiri. Tertarik untuk membuatnya bersama anak atau siswa anda? Mari kita simak uraian untuk membuat papercraft yang satu ini.

Teruskan Membaca »