Kamis, 18 September 2014

Membuat Ular Kertas dari Kertas Bekas

Membuat Ular Kertas dari Kertas Bekas
Ular Kertas dari Kertas Bekas

Membuat Ular Kertas Untuk Anak


Kali ini saya kembali mencoba mengajak ibu-ibu yang mempunyai anak usia 6 – 10 tahun atau guru-guru di TK besar dan guru-guru kelas rendah (kelas 1 – 3 SD) untuk membuat ular dari kertas bekas. Kegiatan ini dapat dilakukan di kelas pada saat guru menemukan tema yang sesuai atau untuk ibu-ibu saat santai sore-sore bersama anak-anak.

Manfaat

Ular kertas ini bisa dibuat dengan sangat mudah, akan tetapi cukup bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Pada ular kertas ini, anak dilatih psikomotorik halusnya pada saat mereka membuat pola lingkaran untuk badan ular, menggambar mata ular, lalu memotongnya hingga menjadi bagian-bagian tubuh ular.

Teruskan Membaca »

Tips Agar Diskusi Kelompok Siswa Berjalan Dengan Baik

Tips Agar Diskusi Kelompok Siswa Berjalan Dengan Baik
Tips Agar Diskusi Kelompok Siswa Berjalan Dengan Baik

Tips Agar Diskusi Kelompok Siswa Berjalan Dengan Baik


Sekarang ini, dengan diterapkannya kurikulum baru dan harapan bahwa guru lebih banyak mengaktifkkan siswa dalam pembelajaran di kelas, membuat setting pembelajaran dengan metode diskusi menjadi sesuatu yang lumrah dilakukan oleh guru. Dalam proses belajar mengajar, guru biasanya akan memfasilitasi siswa membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa orang (4 sampai 5 orang). Mereka selanjutnya akan diberikan tugas-tugas yang dalam penyelesaiannya menuntut semua kelompok beserta anggota-anggotanya untuk berdiskusi dan bekerja bersama. Akan tetapi, seringkali harapan guru untuk mengaktifkan mereka dalam diskusi di kelompoknya masing-masing tidak berjalan dengan lancar.

Teruskan Membaca »

Rabu, 17 September 2014

Mengapa Siswa Harus Peduli Dengan Tujuan Pembelajaran yang Disampaikan Guru?

tujuan pembelajaran untuk siswa
Apakah siswa peduli dengan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru?

Mengapa Siswa Harus Peduli Dengan Tujuan Pembelajaran yang Disampaikan Guru?

Sebuah pertanyaan menggelitik

Pada sebuah forum diskusi tentang pembelajaran oleh guru-guru, terlontar sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik dari salah seorang guru. Begini kira-kira bunyi pertanyaan tersebut:

“Apakah siswa peduli dengan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru?”

Mulanya kaget juga kenapa sampai bisa ada pertanyaan yang sedemikian. Tapi setelah kita cermati, tentunya pertanyaan semacam itu bisa terlontar dari seorang guru yang dalam pengalaman ketika ia mengajar di kelas, siswa-siswanya terkesan tidak memperhatikan atau tidak peduli dengan penyampaian tujuan pembelajaran.

Wah, jika memang demikian, ini adalah perkara serius. Sungguh.. ini perkara serius.

Teruskan Membaca »

Minggu, 14 September 2014

Ide Kreatif Penggunaan Kantong Plastik Bekas

Ide-ide kreatif sederhana penggunaan kantong plastik bekas
Ide-ide kreatif sederhana penggunaan kantong plastik bekas

Ide-ide kreatif sederhana penggunaan kantong plastik bekas


Kantong plastik sepertinya merupakan hal yang sangat lumrah di keseharian kita. Kita menggunakannya saat belanja di pasar, lalu membuangnya begitu saja. Sadarkah anda bahwa kantong plastik (kresek) itu sangat mencemari tanah dan air di lingkungan kita. Meskipun bentuknya tipis dan ringan, kantong plastik terbuat dari bahan sintetis yang tidak mudah diuraikan oleh bakteri melalui proses pembusukan. Ia akan bertahan hingga belasan atau puluhan tahun sebelum benar-benar hancur tak bersisa. Banyak lahan di sekitar kita rusak karena tanahnya dicemari sampah kantong plastik yang karena murah dan nilai praktisnya membuatnya banyak dipakai dan dibuang. Ini belum ditambah beragam kemasan makanan atau produk lainnya yang juga menggunakan plastik.

Berikut ini ada beberapa ide sederhana dan kreatif untuk membantu lingkungan kita tetap bersih dari kantong plastik bekas. Mari kita lihat, siapa tahu belum ada di pikiran anda sebelumnya.

Teruskan Membaca »

Kamis, 11 September 2014

Tips Ketika Guru Dilecehkan oleh Siswa

Tips Ketika Guru Dilecehkan oleh Siswa
Tips Ketika Guru Dilecehkan oleh Siswa

Tips Ketika Guru Dilecehkan oleh Siswa


Ilustrasi:

Bu Melati yang berperawakan kecil itu baru saja keluar ke kelas VIIIA. Di SMP Batang Bambu itu ia mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saat keluar, ia menyadari ada sesuatu yang “salah”. Sesuatu yang tidak pada tempatnya: anak-anak melecehkannya di belakangnya.

Bu Melati adalah guru yang baik. Saya sebut baik, karena beliau adalah sosok guru yang rajin masuk kelas. Selalu rajin mengajar dan banyak membimbing siswa hingga berprestasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Beberapa siswa yang dibimbingnya beberapa kali menyabet perhargaan pada lomba seperti lomba mading, lomba baca puisi, lomba bercerita, lomba mendongeng, lomba mengarang, dll. Di sisi lain sebagai seorang guru yang berperawakan kecil, Bu Melati mencoba menutupinya dengan memakai sepatu high heel yang lumayan tinggi. Ia memang kelihatan lebih semampai, akan tetapi karena ketinggian sepatu gaya berjalannya agak sedikit aneh jika diperhatikan. Di wajah, pada dagu sebelah kanan ia juga mempunyai sebuah tahi lalat berukuran besar (lebih besar dari ukuran umum). Rupanya kekurangan fisik ini menjadi perhatian beberapa siswa nakal di kelasnya.

Teruskan Membaca »

Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media

Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media
Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media

Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media


Jaman sekarang sosial media itu sudah seperti kebutuhan penting bagi beberapa orang. Tak jarang, ia selalu terhubung dengan dunia luar melalui sosial media. Hubungan yang dibangun bisa dengan orang-orang yang akrab dan sangat dikenalnya di dunia nyata, ada pula yang dibangun dengan orang-orang yang belum dikenalnya secara nyata (hanya di dunia maya).

Ada beragam sosial media yang sering digunakan, seperti yang populer misalnya facebook, twitter, dan google+. Selama berinteraksi atau bersosialisasi dengan sahabat melalui sosial media, tentunya ada beberapa etika yang harus diperhatikan. Ini penting agar aktivitas anda di sosial media tidak berdampak buruk pada kehidupan anda, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Dibully karena memasang status tertentu, atau bahkan tanpa sadar anda telah membully orang lain adalah salah satu contoh imbas negatif dari sosial media. Terganggunya aktivitas lainnya yang lebih penting (misalnya pekerjaan) karena terlalu asyik bersosialmedia, juga contoh lain imbas negatif dari kegiatan bersosial media.

Nah, untuk menjaga agar imbas-imbas negatif dari aktivitas sosial media tidak terjadi pada diri anda, tentunya anda harus memenuhi etika dalam penggunaan sosial media. Ini penting diperhatikan oleh anda secara pribadi, karena bersosial media seperti juga berbicara, kicauan komentar atau status bisa ditanggapi bermacam-macam oleh khalayak. Jangan sampai aktivitas anda dalam bersosial media membawa kerugian, di mana seharusnya kita memperoleh manfaat dari kegiatan ini, minimal sebagai hiburan dan sumber informasi aktual.

Teruskan Membaca »

Rabu, 10 September 2014

Tips Mengisi Tinta Spidol Bebas Belepotan dan Tahan Lama

Tips Mengisi Tinta Spidol Bebas Belepotan dan Tahan Lama
cara mengisi tinta spidol tanpa belepotan di tangan dan awet

Tips Mengisi Tinta Spidol Bebas Belepotan dan Tahan Lama


Anda sering menggunakan spidol dalam pekerjaan anda? Jika anda seorang guru seperti saya, maka spidol adalah salah satu peralatan yang harus selalu tersedia dalam kondisi bagus setiap saat. Saat mengajar di kelas, keberadaan spidol menjadi mutlak sebagai pasangan whiteboard untuk menulis.

Walaupun biasanya pada kemasan tinta refill spidol disediakan pipet tetes plastik, saya pribadi cenderung tidak menggunakannya karena seringkali saya tidak bisa memperkirakan berapa banyak tetesan tinta yang diperlukan (tidak terlalu sedikit sehingga cepat habis kembali, atau terlalu banyak sehingga menetes-netes keluar daru ujung mata spidol dan akhirnya mengotori tangan dan baju saya). Saya lebih suka menggunakan kantong kresek. Ya.. kantong kresek, bisa digunakan dengan sangat efektif untuk mengisi ulang tinta spidol anda.

Teruskan Membaca »