Kamis, 11 September 2014

Tips Ketika Guru Dilecehkan oleh Siswa

Tips Ketika Guru Dilecehkan oleh Siswa
Tips Ketika Guru Dilecehkan oleh Siswa

Tips Ketika Guru Dilecehkan oleh Siswa


Ilustrasi:

Bu Melati yang berperawakan kecil itu baru saja keluar ke kelas VIIIA. Di SMP Batang Bambu itu ia mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saat keluar, ia menyadari ada sesuatu yang “salah”. Sesuatu yang tidak pada tempatnya: anak-anak melecehkannya di belakangnya.

Bu Melati adalah guru yang baik. Saya sebut baik, karena beliau adalah sosok guru yang rajin masuk kelas. Selalu rajin mengajar dan banyak membimbing siswa hingga berprestasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Beberapa siswa yang dibimbingnya beberapa kali menyabet perhargaan pada lomba seperti lomba mading, lomba baca puisi, lomba bercerita, lomba mendongeng, lomba mengarang, dll. Di sisi lain sebagai seorang guru yang berperawakan kecil, Bu Melati mencoba menutupinya dengan memakai sepatu high heel yang lumayan tinggi. Ia memang kelihatan lebih semampai, akan tetapi karena ketinggian sepatu gaya berjalannya agak sedikit aneh jika diperhatikan. Di wajah, pada dagu sebelah kanan ia juga mempunyai sebuah tahi lalat berukuran besar (lebih besar dari ukuran umum). Rupanya kekurangan fisik ini menjadi perhatian beberapa siswa nakal di kelasnya.

Teruskan Membaca »

Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media

Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media
Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media

Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media


Jaman sekarang sosial media itu sudah seperti kebutuhan penting bagi beberapa orang. Tak jarang, ia selalu terhubung dengan dunia luar melalui sosial media. Hubungan yang dibangun bisa dengan orang-orang yang akrab dan sangat dikenalnya di dunia nyata, ada pula yang dibangun dengan orang-orang yang belum dikenalnya secara nyata (hanya di dunia maya).

Ada beragam sosial media yang sering digunakan, seperti yang populer misalnya facebook, twitter, dan google+. Selama berinteraksi atau bersosialisasi dengan sahabat melalui sosial media, tentunya ada beberapa etika yang harus diperhatikan. Ini penting agar aktivitas anda di sosial media tidak berdampak buruk pada kehidupan anda, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Dibully karena memasang status tertentu, atau bahkan tanpa sadar anda telah membully orang lain adalah salah satu contoh imbas negatif dari sosial media. Terganggunya aktivitas lainnya yang lebih penting (misalnya pekerjaan) karena terlalu asyik bersosialmedia, juga contoh lain imbas negatif dari kegiatan bersosial media.

Nah, untuk menjaga agar imbas-imbas negatif dari aktivitas sosial media tidak terjadi pada diri anda, tentunya anda harus memenuhi etika dalam penggunaan sosial media. Ini penting diperhatikan oleh anda secara pribadi, karena bersosial media seperti juga berbicara, kicauan komentar atau status bisa ditanggapi bermacam-macam oleh khalayak. Jangan sampai aktivitas anda dalam bersosial media membawa kerugian, di mana seharusnya kita memperoleh manfaat dari kegiatan ini, minimal sebagai hiburan dan sumber informasi aktual.

Teruskan Membaca »

Rabu, 10 September 2014

Tips Mengisi Tinta Spidol Bebas Belepotan dan Tahan Lama

Tips Mengisi Tinta Spidol Bebas Belepotan dan Tahan Lama
cara mengisi tinta spidol tanpa belepotan di tangan dan awet

Tips Mengisi Tinta Spidol Bebas Belepotan dan Tahan Lama


Anda sering menggunakan spidol dalam pekerjaan anda? Jika anda seorang guru seperti saya, maka spidol adalah salah satu peralatan yang harus selalu tersedia dalam kondisi bagus setiap saat. Saat mengajar di kelas, keberadaan spidol menjadi mutlak sebagai pasangan whiteboard untuk menulis.

Walaupun biasanya pada kemasan tinta refill spidol disediakan pipet tetes plastik, saya pribadi cenderung tidak menggunakannya karena seringkali saya tidak bisa memperkirakan berapa banyak tetesan tinta yang diperlukan (tidak terlalu sedikit sehingga cepat habis kembali, atau terlalu banyak sehingga menetes-netes keluar daru ujung mata spidol dan akhirnya mengotori tangan dan baju saya). Saya lebih suka menggunakan kantong kresek. Ya.. kantong kresek, bisa digunakan dengan sangat efektif untuk mengisi ulang tinta spidol anda.

Teruskan Membaca »

Selasa, 09 September 2014

Tips Memberikan PR untuk Siswa

Tips Memberikan PR untuk Siswa
Tips Memberikan PR untuk Siswa Di Sekolah

Tips Memberikan PR untuk Siswa


Buat sebagian guru, memberikan PR (pekerjaan rumah) itu mungkin dianggap sangat penting. Sebagian lain lagi, menganggap PR itu tidaklah terlalu penting diberikan kepada siswa. Kedua pendapat ini bisa dianggap benar, tergantung alasan guru yang bersangkutan.

Sebagian guru yang menganggap PR itu penting untuk diberikan kepada siswa setelah proses pembelajaran di kelas beralasan bahwa PR akan membuat siswa belajar di rumah. PR akan membuat siswa yang malas belajar agar membuka kembali buku-bukunya di rumah sore hari sepulang sekolah atau malam hari sebelum besoknya PR itu dikumpulkan. PR adalah cara yang dapat diandalkan untuk membuat siswa belajar di rumah, mengulang kembali topik yang telah dibahas atau membaca untuk persiapan topik pada pertemuan berikutnya di kelas.

Tetapi, bagi guru yang menganggap PR itu tidak penting, alasan mereka adalah PR hanya akan membebani mereka (baca siswa) dengan tugas-tugas, di mana sebenarnya tugas belajar yang diberikan di sekolah harusnya sudah cukup untuk mereka. Selain itu, siswa seharusnya memiliki kemandirian dalam belajar. Sifat kemandirian dalam belajar itu harus dibangun. Belajar di rumah harus dilakukan siswa karena kebutuhan. Siswa membutuhkan belajar. Bukan karena alasan lain atau keterpaksaan. Itulah yang semestinya ditanamkan kepada siswa. Dengan siswa merasa bahwa mereka butuh belajar, bahkan belajarnya itu dilandasi rasa ingin tahu, suka, dan bukan dari paksaan, maka belajar yang dilakukan di rumah akan menjadi lebih bermakna.

Teruskan Membaca »

Minggu, 07 September 2014

Tips Membersihkan Whiteboard yang Kena Spidol Permanent Marker

tips membersihkan tinta permanen pada whiteboard
whiteboard tak sengaja tertulisi dengan spidol permanen?

Tips Membersihkan Whiteboard yang Kena Spidol Permanent Marker


Haduh... paling kesal kalau pas menulis di whiteboard, tanpa sengaja ternyata kita menggunakan spidol dengan tinta permanen (permanent marker). Apalagi kita kebetulan tidak punya cairan pembersihnya. Nah untuk menghindari hal ini, ada baiknya anda selalu memisahkan spidol-spidol yang akan anda gunakan untuk whiteboard ke dalam sebuah kantong atau wadah khusus sehingga tidak mudah tercampur dengan spidol permanen. Kata orang-orang, mencegah itu jauh lebih mudah.

Nah, tetapi bagaimana jika sudah terlanjur terjadi? Ternyata, kita bisa menggunakan bahan-bahan kimia sederhana yang terdapat di ruang kantor (sekolah). Ada banyak bahan yang bisa dipakai karena kandungan zat kimia di dalamnya dapat mengencerkan tinta permanen spidol tersebut. Apa saja bahan-bahan itu?

Teruskan Membaca »

Jumat, 05 September 2014

Jangan Beri Hukuman Fisik Pada Siswa Di Sekolah

Jangan Beri Hukuman Fisik Pada Siswa Di Sekolah

Hukuman fisik adalah hukuman yang diberikan kepada siswa secara fisik seperti memukul, menjewer, berdiri dengan satu kaki di depan kelas, dan bentuk-bentuk lainnya. Tujuan diberikannya hukuman fisik ini oleh guru adalah agar siswa dapat menyesali perbuatannya yang buruk agar tidak mengulanginya lagi. Tetapi benarkah hukuman fisik efektif untuk mencegah siswa berperilaku buruk (melanggar peraturan)? Ini adalah sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh kita para pendidik di negeri tercinta ini.

Hukuman fisik dalam pendidikan di Indonesia


Di Indonesia, hukuman fisik cukup umum ditemukan di banyak sekolah. Alasan mengapa beberapa guru suka memberi hukuman fisik pada siswa tentunya karena mereka menganggap hukuman fisiklah yang paling efektif untuk menhentikan atau mencegah siswa berperilaku buruk yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah. Hukuman fisik dapat kita temukan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Di Indonesia, tidak ada aturan yang secara khusus melarang guru memberikan hukuman fisik. Bahkan mendikbud Mohammad Nuh yang pernah ditanya wartawan di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta (Jumat, 7-9-2012) soal hukuman fisik mengatakan bahwa hukuman fisik sah-sah saja diberikan, hanya saja harus mendidik dan merupakan jalan terakhir yang diberikan untuk memberikan pemahaman pada siswa. (lihat artikel  di http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/08/07215735/Mendikbud.Hukuman.Fisik.untuk.Siswa.Sah.Saja.asal). Menurut Mohammad Nuh, hukuman fisik itu juga sebuah pelajaran selama tidak dalam bentuk yang berlebihan. Pernyataan mendikbud ini tentu saja menuai pro kontra di kalangan pendidik dan pemerhati pendidikan di Indonesia.
Teruskan Membaca »

Selasa, 19 Agustus 2014

Kisah Mistis Tebing Keraton Ciburial Bandung

Kisah mistis tebing keraton
Akhir-akhir ini ada satu tempat wisata yang tengah naik daun di Bandung. Yaitu Panorama alam Tebing Keraton di daerah Ciburial, Dago Bandung. Pemandangan alamnya yang eksotis dari sebuah tebing menghadap hamparan awan, hutan pinus, bukit dan gunung. Ternyata dibalik keindahan alam Tebing keraton menyimpan kisah misteri dan kisah mistis yang menarik bagi para pengunjungnya. Sebuah kisah mistis Tebing Keraton Ciburial Bandung. Kisah misteri yang mengiringi pesona alamnya yang menawan.

Jika kita foto dari atas, seakan kita sedang melayang. Indah luar biasa. Karena sebab itu juga bukit ini dikenal dengan bukit Instagram. Namun Di balik keindahan nan elok itu, ada beberapa kisah berbalut mistik. Kisah-kisah yang beredar di masyarakat ini boleh saja dipercaya atau tidak.

Masyarakat setempat biasanya, hidup dengan filosofi dan kebijakan yang juga mesti disikapi dengan bijak oleh pendatang. Masyarakat hidup di tempat yang udaranya menjadi hirupan dan keseharian mereka, tanahnya menghidupi mereka, sehingga mereka lebih memahami kondisi setempat dan warga pendatang harus menghormatinya.

Mistis Tebing Keraton
Masyarakat setempat umumnya mengenal bukit dan tebing itu dengan nama Pasir (bukit) Jontor ada juga yang menyebutnya Cadas Jontor. Disebut jontor disebabkan postur batu yang menjorok ke depan, persis seperti bibir habis ditonjok. Tebing ini terletak di Desa Ciburial RW 10 di Kampung Ciharegem.

Menurut Dede Insan salah seorang warga, penamaan bukit Jontor menjadi Tebing Keraton, terkait dengan kejadian kesurupan yang menimpa orang yang datang ke situ. Beberapa kali ada orang yang kesurupan di tempat itu, dan melihat bahwa tempat yang didatanginya adalah keraton kerajaan.
Masih menurut Dede, pada kejadian lain, arwah penunggu tebing, melalui orang yang kesurupan, mengatakan bahwa nama bukit jontor mesti diganti dengan Bukit Keraton, karena tempat ini merupakan keratonnya makhluk halus.

Seorang ibu yang tidak mau disebut namanya, juga mengamini hal tersebut. Sambil menceritakan kisah lain yang cukup membuat bulu kuduk berdiri. Dia bercerita bahwa ibunya pernah bermimpi tentang keinginan penunggu bukit itu yang meminta sajen sebanyak satu manggar buah kawung.
Maksud dari satu manggar buah kawung itu berkaitan dengan jumlah nyawa manusia yang mesti dijadikan tumbal. Sambil bercerita dengan bergidik, ibu itu menyebutkan beberapa tempat di sekitar Tebing Keraton itu.

Wisata tebing keratonMenurut ibu itu, di bawah tebing keraton ada tempat bernama curug Cikiih Kuda, dan Gadogan Kuda. Menurutnya tempat itu adalah tempat menambat kuda bagi keraton makhluk halus itu.
 
Menurut Admin Memorabilia adanya kisah-kisah mistik itu, terkait dengan keamanan tempat tersebut. Mesti berhati-hati dan menjaga lingkungan. Karena yang hidup di tempat itu bukan hanya manusia saja, tapi juga ada makhluk lainnya.

Ketika tempat yang dikenal sekarang dengan Tebing Karaton, menjadi ramai, maka pendatang mesti menghormati adat istiadat masyarakat setempat. Walaupun itu adalah tempat yang dibuka untuk umum, kiranya baiklah untuk menjaga lingkungan dan kebiasaan setempat.
Sebuah tambahan kisah mistis lainnya adalah misteri tapak kaki raksasa desa cilame Bandung Barat. Meskipun beritanya sudah agak lama tapi sangat menarik untuk kita simak.